Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Yogyakarta Adakan Webinar Internasional MEA: Kolaborasi, Bukan Hanya Kompetisi

onlineKURVANEWS.COM
18 Oktober 2020 | 16:34 WIB
Para narasumber dan peserta webinar internasional “ASEAN Economic Community: Challenges and Opportunites for Students”. Foto: Kurvanews.com

Kurvanews.com-Yogyakarta. Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (FAI UCY) bekerja sama dengan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) mengadakan webinar internasional “ASEAN Economic Community: Challenges and Opportunites for Students”, Sabtu (17/10/2020).

 

Webinar ini diisi oleh enam narasumber, yakni Prof. Budi Guntoro, Ph.D. (Wakil Dekan Fapet UGM), Dr. Wheerapon Thongma (Rektor University Maejo Thailand), Cipto Sembodo, M.A. (dosen FAI UCY), Qui Hoang Nguyen, M.Sc. (mahasiswa UGM dari Vietnam), Kem Sokviacheaodom (mahasiswa UGM dari Kamboja) dan Charles Allen Herpacio (mahasiswa UGM dari Filipina).


Sebanyak 174 peserta mengikuti webinar via Zoom yang dipandu oleh Agung Prihantoro, S.Pd., M.Pd. (dosen FAI UCY) sebagai moderator. Sebagian besar peserta besar mahasiswa, dan mereka berasal dari dalam dan luar negeri.

 

"ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa. Maka, mahasiswa-mahasiswa UCY khususnya dan Indonesia pada umumnya perlu menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk menyambut tantangan dan mengambil peluang tersebut", tutur Ciptasari Prabawanti, M.Sc., Ph.D. mengawali sambutan pada acara webinar yang disampaikan dalam bahasa Inggris.


Para narasumber bersepakat bahwa MEA perlu mengutamakan kolaborasi, bukan kompetisi. Kompetisi antara negara-negara ASEAN niscaya tak terelakkan, tetapi kolaborasi di antara merekalah yang harus dinomorsatukan.


Di bidang pendidikan, mahasiswa-mahasiswa dari seluruh negara ASEAN harus memanfaatkan tantangan dan peluang MEA. MEA memudahkan mahasiswa-mahasiswa untuk mengikuti program-program pertukaran mahasiswa dan kuliah di negara-negara lain di ASEAN. Pertukaran mahasiswa dan kuliah di luar negeri biasanya didukung oleh para pemberi beasiswa.


Untuk bisa mengikuti program-program tersebut, mahasiswa dan kampus mesti memiliki kompetensi dan kualitas yang tinggi. Mahasiswa harus mempunyai kompetensi bahasa internasional dan kompetensi kultural. Kampus yang akan menerima mahasiswa-mahasiswa asing juga harus berkualitas. *(kn/Pr)
  • Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Yogyakarta Adakan Webinar Internasional MEA: Kolaborasi, Bukan Hanya Kompetisi
  • 0

Slider

Slider

Terkini