Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Bisnis Marmut Hias, Peternakan Alfian Widiantoro Menjadi Jujugan Pembelian Marmut Seluruh Indonesia

Arief Hartanto
18 Oktober 2020 | 17:41 WIB
Alfian Widianto. Foto/Istimewa

Kurvanews.com-Sleman. Alfian Widiantoro melakukan bisnis alternatif yang menurutnya sangat menjanjikan, yaitu beternak marmut hias. Ditemui di tempat usahanya pada Rabu (14/10/2020) di Kebitan, Sendangarum , Minggir Sleman, pengalamannya menangani marmut menjadikan peternakannya menjadi jujugan pembelian marmut seluruh Indonesia.

Pemilik dari usaha "Marmut Saya Farm" ini memilih marmut hias sebagai andalan usaha. Beberapa varian ternak ini seperti Peruvian, Sheltie / silky, Coronet, American, Abbysinian, dsb. Jika ditilik dari harganya pun relatif tergolong murah untuk sekelas hias.

 

"Dengan kisaran harga kualitas baik mulai dari 150.000/ekor - 3 jutaan tergantung dari kualitas hewan tersebut semakin kualitas dari segi warna, bentuk dan kriteria, genetik mempengaruhi dari harga tersebut", tutur Alfian.

 

Lalu apa bedanya dengan marmut yang dipasar hewan atau sebagainya? Jelas bahwa secara nama sama, namun kualitas penjagaan genitika dan perawatannya yang berbeda. Sehingga, mungkin kalau dibandingkan dengan di pasar hewan, harga cukup jauh berbeda. Karena di pasar mayoritas adalah reject (buangan produk gagal genetika yang dibuang oleh peternak), sehingga harganya pun relatif murah.

 

Menyiapkan bibit yang berkualitas menjadi langkah awal dan faktor utama untuk bisa menjalankan usaha ini.

 

Namun, sebelum mencari bibit, hal yang harus dipersiapkan adalah kandang. Kandang ini bisa didapatkan dengan membeli atau memesan pada pembuat kandang.

 

Berikutnya adalah pakan yang diberikan untuk marmut, sebaiknya memenuhi kelayakan dengan nutrisi yang terkandung dalam pakan tersebut. Hal ini karena akan berpengaruh pada pertumbuhan dan kesehatan marmut.

 

Dan kunci selanjutnya adalah pemasaran. Media online memberikan kemudahan untuk menjangkau konsumen di manapun. Seperti yang telah dikembangkan "Marmut Saya Farm" melalui channel Instagram : marmut_saya serta Youtube : cahireng_vlog. 

 

"Terbukti kami sudah sering kirim ke seluruh Indonesia, seperti Bali, Kalimantan, Riau, dan sebagainya bahkan pernah export luar negri seperti Malaysia dan Singapura", tandasnya. *(kn/Ar)

  • Bisnis Marmut Hias, Peternakan Alfian Widiantoro Menjadi Jujugan Pembelian Marmut Seluruh Indonesia
  • 0

Slider

Slider

Terkini