Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Nikmati FKY 2020 Secara Daring dan Luring

Arief Hartanto
22 September 2020 | 21:04 WIB
Sri Sultan Hamengkubuwono X. Foto: jogja.idntimes.com
Kurvanews.com-Yogyakarta. Gelaran acara FKY 2020 kali ini dibuka pada Senin (21/09/20), bertempat di gedung Eks Koni Museum Sonobudoyo.

Pembukaan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan dihadiri beberapa tamu undangan.

Di tengah pandemi Covid-19, Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2020 digelar dengan mengambil tajuk “Akar Hening di Tengah Bising”.

Sebuah renungan, bahwa dinamika kehidupan yang begitu riuh rendah dan penuh dengan kebisingan, bahkan dalam keprihatinan karena pandemi, jangan sampai menghilangkan ruang untuk memproduksi pengetahuan dan nilai budaya sebagai upaya untuk tetap menghidupi kekuatan bertahan dan menjaga keseimbangan hidup.

"Tema Mulanira-Akar Hening di Tengah Bising, FKY mencoba meneropong masa depan dengan berpijak pada masa kini, seraya menengok masa silam. Sebab, masa lalu adalah kenangan dan pembelajaran, masa depan adalah harapan dan misteri. Masa sekarang ini adalah perjuangan", ungkap Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Senada dengan Sri Sultan, Direktur Utama FKY 2020, Paksi Raras Alit menyampaikan bahwa FKY 2020 kali ini dituntut untuk membaca situasi dan kondisi serta tantangan adaptasi ruang hidup dalam situasi pagebluk. Meskipun FKY kali ini seperti senyap, tanpa panggung, tanpa keriuhan, kita tetap bergerak seperti akar hening. Dalam diam, FKY tetap ingin memberikan napas kebudayaan bagi masyarakat dan penikmat seni serta budaya.

Pembukaan FKY ditandai dengan prosesi menyalakan instalasi kuratorial text FKY 2020 yang didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Sumadi, dan Direktur Utama FKY 2020, Paksi Raras Alit, serta Dirjen Kebudayaan RI, Hilman Farid, secara daring.

Sultan juga berharap bahwa ke depan, FKY dapat dikembangkan, sehingga aneka kegiatan akan lebih memberikan makna ganda, yakni selain memberi nilai lebih dalam dimensi budaya, juga memberi nilai guna bagi masyarakat.

FKY 2020 diselenggarakan hingga 26 September 2020 secara daring.

Rangakain acara FKY 2020 telah dimulai dengan mengupas kembali seniman dan budayawan Yogyakarta yang mempunyai kontribusi terhadap perkembangan pemikiran kebudayaan di Indonesia, di antaranya adalah alm. Linus Suryadi AG, dengan menghadirkan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) untuk bercerita tentang sosok alm. Linus Suryadi AG serta sosok alm. Umar Kayam di mata Butet Kartaredjasa yang banyak bergaul semasa hidupnya.

Selanjutnya, karya kolaborasi Landung Simatupang (teater), Kunto Aji (musik), dan Lintang “Kenali Rangkai Pakai” Raditya (instalasi). Seniman-seniman tersebut akan berkolaborasi menciptakan karya yang berangkat dari puisi berjudul “Langkah Tak Berhenti”, karya Landung Simatupang.

Puisi tersebut pernah memperoleh penghargaan sebagai pemenang lomba penulisan puisi Yogyakarta pada tahun 1978.

Selain itu, akan ada pertunjukan tari dari Anter Asmoro Tedjo dan Pameran Seni Rupa "Akar Hening di Tengah  Bising" di Kompleks Museum Sonobudoyo pada 21 – 26 September 2020 pukul 10.00 - 18.00 WIB secara langsung (terbatas) dan secara virtual.

Pameran ini menghadirkan 33 seniman dengan ragam sebaran medium, mulai dari lukisan, patung, instalasi, fotografi, audio visual, dan performance yang ditampilkan  dengan format kunjungan langsung dan kunjungan virtual melalui website www.fkymulanira.com. *(kn/Ar)
  • Nikmati FKY 2020 Secara Daring dan Luring
  • 0

Terkini