Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Satuan Pendidikan di Zona Kuning Boleh Tatap Muka, Termasuk DIY?

onlineKURVANEWS.COM
10 Agustus 2020 | 00:40 WIB
Sekolah di zona kuning boleh tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Foto: pikiran-rakyat.com
Kurvanews.com-Jakarta. Di tengah hiruk pikuk penanganan pandemi Covid-19 yang seperti belum menemukan titik cerah kapan akan berakhirnya, dunia pendidikan di tanah air mendapatkan lampu hijau untuk melakukan kegiatan pembelajaran secara tatap muka.

"Kebijakan baru ini merevisi SKB Empat Menteri dengan memberlakukan ketentuan khusus, yaitu memperbolehkan Lembaga Pendidikan yang berada di wilayah zona kuning untuk melakukan pembelajaran tatap muka", ungkap Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dalam acara webinar Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, yang tayang secara langsung melalui aplikasi zoom dan channel youtube Kemendikbud RI pada Jumat sore (7/8/20).

Mendikbud juga mengatakan bahwa banyak persoalan yang dihadapi guru, orang tua, dan siswa selama mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau yang lazim disebut pembelajaran daring.

Dalam webinar tersebut, turut hadir juga Muhadjir Effendy (Menko PMK), Fachrul Razi (Menteri Agama), Doni Monardo (Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19), dan perwakilan dari Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Dalam Negeri.

Pandemi Covid-19 telah berdampak sangat besar dalam semua aspek kehidupan masyarakat. Ratusan ribu sekolah ditutup untuk mencegah penyebaran Covid. Sekitar 68 juta siswa melakukan kegiatan belajar dari rumah, dan sekitar 4 juta guru melakukan kegiatan mengajar jarak jauh.

Mendikbud mengakui bahwa sistem pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi ternyata belum sepenuhnya bisa diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.

Banyak problem yang mengemuka terkait pembelajaran jarak jauh. Bukan saja sebatas permasalahan teknis yang dihadapi guru, murid, dan orang tua, tetapi juga terkait nilai dan filosofis pendidikan.

Setelah mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran, mendengar masukan dari para ahli dan organisasi, serta evaluasi implementasi SKB Empat Menteri, Pemerintah akhirnya melakukan penyesuaian keputusan bersama empat menteri, terkait pelaksanaan pembelajaran di zona selain merah dan oranye, yakni di zona kuning dan hijau.

Adapun untuk satuan pendidikan yang berada di daerah yang masih berada di zona oranye dan merah tetap dilarang melakukan pembelajaran tatap muka dan tetap melanjutkan belajar dari rumah.

Beberapa kendala yang timbul dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ), antara lain kesulitan guru dalam mengelola PJJ dan masih terfokus dalam penuntasan kurikulum. Sementara itu, tidak semua orang tua mampu mendampingi anak-anak belajar di rumah dengan optimal, karena harus bekerja atau pun faktor kemampuan sebagai pendamping belajar anak.

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, Pemerintah mengeluarkan penyesuaian zonasi untuk pembelajaran tatap muka. Dalam perubahan SKB Empat Menteri ini, diatur juga prosedur pengambilan keputusan pembelajaran tatap muka yang dilakukan secara bertingkat seperti pada SKB sebelumnya.

Pemda/kantor/kanwil Kemenag dan sekolah memiliki kewenangan penuh untuk menentukan apakah daerah atau sekolahnya dapat mulai melakukan pembelajaran tatap muka.

Tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dan zona kuning dalam SKB Empat Menteri yang disesuaikan tersebut dilakukan secara bersamaan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan pertimbangan risiko kesehatan, tanpa membedakan kelompok umur pada dua jenjang tersebut.

Sementara untuk PAUD, dapat memulai pembelajaran tatap muka paling cepat dua bulan setelah jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Pertimbangan pembelajaran praktik adalah keahlian inti SMK, pelaksanaan pembelajaran praktik bagi peserta didik SMK diperbolehkan di semua zona dengan wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Madrasah dan sekolah berasrama di zona hijau dan zona kuning dapat membuka asrama dan melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap sejak masa transisi.

"Evaluasi akan selalu dilakukan untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota, bersama Kepala Satuan Pendidikan akan terus berkoordinasi dengan gugus gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 untuk memantau tingkat risiko Covid-19 di daerah", imbuh Mendikbud.

Meskipun demikian, apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman, terdapat kasus terkonfirmasi positif Covid-19, atau tingkat risiko daerah berubah menjadi oranye atau merah, satuan pendidikan wajib ditutup kembali.

Berdasarkan kebijakan baru ini, beberapa satuan pendidikan di zona kuning, seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan demikian termasuk daerah yang diperbolehkan menyelenggarakan pendidikan tatap muka. (kn/Ar)
  • Satuan Pendidikan di Zona Kuning Boleh Tatap Muka, Termasuk DIY?
  • 0

Terkini