Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Pelayanan Kesehatan di ASEAN, Dosen UMY Lakukan Penelitian

Arief Hartanto
06 Agustus 2020 | 19:09 WIB
Eko Priyo Purnomo, Dosen UMY. Foto: kurvanews.com
Kurvanews.com-Yogyakarta. Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Eko Priyo Purnomo,S.IP.,M.Si., M.Res., Ph.D sebagai peneliti dari Cambrige University melakukan penelitian ASEAN Development Outlook Research Project tentang kebijakan pelayanan kesehatan di negara-negara anggota ASEAN.

Penelitian yang dilakukan oleh dosen Prodi Ilmu Pemerintahan UMY tersebut melibatkan dua universitas sebagai mitra penelitian, yaitu Universitas Thamasat Thailand dan Mundane State University Filipina.

Eko menyatakan bahwa penelitian yang dipegang langsung oleh Universitas Cambridge ini terdiri dari dua sesi penelitian. Untuk sesi penelitian yang pertama membahas bagaimana kebijakan fasilitas kesehatan di negara-negara ASEAN, khususnya di Indonesia, Filipina, dan Thailand.

”Penelitian ini membahas tentang bagaimana hubungan pendapatan GNP dan GDP di negara-negara ASEAN, yang kemudian dilihat apakah negara-negara ASEAN yang memiliki GNP dan GDP itu memiliki fasilitas kesehatan yang sama atau berbeda. Berikutnya yang kami lihat dalam penelitian ini adalah bagaimana penyedia fasilitas kesehatan di lingkup ASEAN, bagaimana kualitas hidup  masyarakat di negara ASEAN", ungkapnya saat dihubungi pada Rabu (5/8/20).

Beberapa hal yang menjadi konsen pada penelitian ini adalah hubungan pendapat, kemudian berhubungan dengan populasi dan berbicara tentang bagaimana negara-negara di ASEAN mengatasi penyakit, bencana, serta bagaimana alokasi anggaran dari beberapa negara itu, apakah alokasi anggaran itu dilakukan sesuai dengan yang dialokasikan di beberapa negara ASEAN.

Eko juga menambahkan, bahwa pada penelitian ini, ia juga membahas tentang bagaimana mendesain keuangan dan alokasi anggaran pada bidang kesehatan, dan melihat bagaimana asuransi kesehatan di masing-masing negara anggota ASEAN.

“Hasil dari penelitian tersebut adalah masyarakat Filipina saat ini cenderung hidup lebih lama daripada dekade sebelumnya, dengan usia harapan hidup saat kelahiran meningkat, dari 62,2 tahun pada 1980 menjadi 72,56 tahun pada 2017. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kondisi kehidupan, akses yang lebih baik ke layanan kesehatan, dan peningkatan manajemen, serta pengobatan penyakit menular. Namun, masyarakat Filipina sekarang menanggung tiga kali lipat beban penyakit," paparnya.

Di Indonesia, laju pertumbuhan penduduk yang cepat harus diimbangi dengan berbagai kesiapan awal untuk mencegah berbagai masalah, salah satunya terkait dengan asuransi kesehatan.

"Dalam hal ini, pemerintah adalah aktor yang memainkan peran vital dalam kesehatan warganya, yaitu dalam menanggulangi dan menjamin kesehatan. Selanjutnya, di Thailand telah dipuji oleh berbagai negara di seluruh dunia karena berhasil menerapkan cakupan perawatan kesehatan universal untuk semua warga negara dengan cakupan layanan kesehatan komprehensif dan luas dengan biaya rendah atau perlindungan risiko keuangan,” tambahnya.


Hasil dari penelitian ini selanjutnya akan dipublikasikan oleh Universitas Cambridge berupa jurnal dan buku yang kemudian dikirimkan ke Sekretariat ASEAN. (ln/Ar)
  • Pelayanan Kesehatan di ASEAN, Dosen UMY Lakukan Penelitian
  • 0

Terkini