Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Milad Tapak Suci Ke-57, Berikut Sejarahnya

Arief Hartanto
11 Agustus 2020 | 07:49 WIB
Resepsi Milad Tapak Suci Ke-57. Foto: kurvanews.com
Kurvanews.com-Yogyakarta. Resepsi Milad ke-57 Tapak Suci yang diselenggarakan pada hari Ahad (9/8/20) di halaman Gedung DPD RI perwakilan DIY terlihat berbeda.

Mengingat di tengah wabah Covid-19, acara diadakan secara sederhana dan dapat diikuti melalui live streaming.

“Dari sisi historis, Tapak Suci telah mengalami asam garam dalam mempertahankan Pancasila dari rongrongan paham komunisme. Dan perguruan seni bela diri yang didirikan tahun 1963 di Kauman Yogyakarta ini, merupakan perguruan silat pertama kali yang menggunakan sistem pengelolaan organisasi modern yang dipimpin oleh seorang ketua umum”, ungkap Drs. H.M. Afnan Hadikusumo, Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci, yang ia sampaikan dalam sambutannya.

Sebelum bergabung dengan Muhammadiyah, selain mengajarkan ilmu bela diri berkelahi, Tapak Suci juga sangat kental dengan ilmu supranatural dan ilmu pengebalan tubuh.

Namun, setelah bergabung ke Muhammadiyah dan melakukan audisi di depan Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang pada waktu itu diketuai Bapak KH. Wardan Diponingrat (Penghulu Kraton Yogyakarta), maka disarankan agar ilmu tersebut dihilangkan.

Selanjutnya, Tapak Suci mengajarkan seni bela diri yang berlandaskan pada kekuatan, ketrampilan, keindahan, dan kecepatan dalam setiap jurus-jurusnya.

Untuk menguatkan hubungan kepada Allah SWT, setiap kader Tapak Suci akan membaca lafaz  "la haula wala quwwata illa billah" yang artinya "tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah" manakala menghadapi lawan-lawannya. Hal inilah yang menumbuhkan kepercayaan diri setiap siswa dan kader Tapak Suci di segala medan.

Saat ini, atas kerja keras dan semangat yang luar biasa dari para kader, Tapak Suci sudah berkembang sampai ke mancanegara, di antaranya ke Jerman, Belanda, Suriname, Aljazair, Timor Leste, Singapura, Mesir, Taiwan, Pakistan, Uganda, Maroko, Thailand, Lebanon, Sudan, Malaysia, Palestina, Brunei, dan Jordania.

Tanggal 2 hingga 5 September 2019 lalu, mereka hadir dalam perhelatan 1st Tapak Suci World Championship yang diselenggarakan di Sritex Arena Solo.

Tapak Suci sudah memberikan sumbangsih yang besar bagi negara secara nyata, dengan memberikan atlet-atlet, serta pelatih yang berprestasi di bidang pencak silat, baik tingkat internasional, nasional, maupun regional.

Pada kepengurusan periode ini, beberapa program dicanangkan, di antaranya peningkatan kualitas administrasi, kualitas pelatih, kualitas atlet, dan mengembangkan pendataan anggota melalui program IT. Melalui berbagai macam kejuaraan berkelas Nasional dan Internasional, pelatihan, serta kajian jurus-jurus yang dilakukan oleh Dewan Guru.

Untuk memberikan pemahaman tentang sejarah berdirinya Tapak Suci, PP Tapak Suci juga membuat film pendek “Sang Pendekar”.

Akibat berkembangnya wabah Covid-19, beberapa program mengalami penundaan, di antaranya adalah penyelenggaraan kejuaraan nasional remaja, pembangunan gedung sekretariat, pembangunan padepokan, Tanwir di Malang, dan pelatihan program IT selama tiga kali.

"Saya mengharapkan agar setiap kader Tapak Suci dapat senantiasa mengembangkan jati diri bangsa menuju Indonesia yang berkemajuan. Serta selalu menjaga diri, ciptakan kekompakan, jangan tercerai berai, dan selalu bergotong royong dalam berkehidupan sehari-hari", ungkap Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum PP Muhammadiyah, dalam sambutannya yang disiarkan secara virtual.

Senada dengan hal itu, Mantan Ketua Umum PPTS, Drs. HM. Muhlas Abror, dalam tausiyahnya mengutip kalimat dari salah satu pendiri Tapak Suci, yakni Pendekar Besar H.M. Barie Irsyad yang mengatakan bahwa "Ilmu tertinggi dari bela diri adalah Ilmu Keslametan (keselamatan)", yakni ilmu yang mengajarkan manusia selamat di dunia maupun di akhirat.

Acara ini dihadiri secara fisik oleh Pengurus Harian dan Perwakilan Dewan Guru PPTS, Kolonel (Purn) Afnan Djamhari, Ketua Umum PP Tapak Suci periode 2013-2108, kemudian Pimpinan, Anggota, Pengurus Pimda se-DIY, dan tamu Wadanyon Artileri Medan Kostrad Magelang beserta rombongan.

Selain itu, acara juga dihadiri oleh Seluruh Pimwil, Perwakilan Luar Negeri, dan Pimda di seluruh Indonesia melalui virtual. *(kn/Ar)
  • Milad Tapak Suci Ke-57, Berikut Sejarahnya
  • 0

Terkini