Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Lakukan Pergantian Pengurus, Perludem Torehkan Banyak Prestasi

onlineKURVANEWS.COM
23 Agustus 2020 | 21:45 WIB
Perludem lakukan pergantian pengurus. Foto/Istimewa
Kurvanews.com-Hotnews. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) lakukan pergantian kepengurusan dan posisi direktur eksekutif pada Minggu (23/08/20).

Pergantian tersebut dari Titi Anggraini ke Khoirunnisa Nur Agustyati. Estafet kepemimpinan ini merupakan salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai demokrasi di internal lembaga yang memiliki fokus perhatian pada isu pemilu dan demokratisasi.

Perludem didirikan pada Maret 2005 oleh para mantan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) 2004, yang memiliki visi “Terwujudnya negara demokrasi dan terselenggarakannya pemilu yang mampu menampung kebebasan rakyat dan menjaga kedaulatan rakyat”.

Kegiatannya meliputi menjalankan riset, advokasi, pemantauan, pendidikan, dan pelatihan di bidang kepemiluan dan demokrasi untuk pembuat kebijakan, penyelenggara, peserta, dan pemilih.

Sedangkan, sumber dana berasal dari penggalangan serta bantuan lain yang tidak mengikat.

Sejak 2006 hingga 2020, Perludem sudah mempublikasikan sekurangnya 38 buku, berdasarkan hasil penelitian.

Buku-buku tersebut tersebar dalam berbagai isu dengan empat kategori fokus kajian, yakni:

Pertama, aktor pemilu, yang terdiri dari penyelenggara pemilu, pemilih, partai politik, calon dan pasangan calon.

Kedua, sistem pemilu dengan tujuh variabel utama, yakni: besaran alokasi kursi per daerah pemilihan, waktu penyelenggaraan pemilu, threshold/ambang batas, electoral formula/formula penghitungan suara, metode pencalonan, metode pemberian suara, dan metode penetapan calon terpilih.

Ketiga, penyelenggaraan pemilu mengenai tahapan-tahapan pelaksanaan pemilu, mulai dari pendaftaran pemilih sampai dengan pelantikan calon terpilih.

Keempat, penegakan hukum pemilu mulai dari hukum pidana pemilu, administrasi pemilu, sampai pada perselisihan hasil pemilu.

Buku-buku tersebut diharapkan mampu dijadikan rujukan atau referensi bagi berbagai pihak, khususnya pemangku kebijakan, agar semakin meningkatkan kualitas pemilu di Indonesia.

Fokus utama Perludem adalah advokasi kebijakan.

Dua saluran utama yang dilakukan oleh Perludem dalam melakukan advokasi kebijakan adalah advokasi kebijakan dengan cara berdiskusi secara langsung dengan pemangku kebijakan dan advokasi kebijakan melalui jalur uji materi (judicial review) di Mahkamah Konstitusi.

Hampir di setiap pembahasan undang-undang pemilu, Perludem selalu aktif memberikan rekomendasi kepada Komisi II DPR RI dan Pemerintah, mengenai reformasi elektoral di Indonesia.

Ketika UU 7/2017 masih dibahas, Perludem bersama dengan organisasi masyarakat sipil lainnya membentuk “Seketariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”, dengan produk utamanya ialah naskah kodifikasi undang-undang pemilu versi masyarakat sipil.

Naskah tersebut kemudian yang dijadikan pegangan dan bahan dalam advokasi kebijakan di tengah pembahasan UU 7/2017. 

Sejak 2012, tercatat Perludem secara mandiri ataupun bersama dengan jejaring masyarakat sipil lainnya melakukan 17 kali uji materi UU Pemilu, dengan rincian: 16 sudah diputus, 2 dikabulkan seluruhnya, 5 dikabulkan sebagian, 4 ditolak, 5 tidak dapat diterima, dan sebanyak 1 masih dalam proses persidangan.

Beberapa uji materi yang diajukan oleh Perludem dan dikabulkan seluruhnya atau sebagian oleh Mahkamah Konstitusi sangat berdampak. *(kn/Pr)
  • Lakukan Pergantian Pengurus, Perludem Torehkan Banyak Prestasi
  • 0

Terkini