Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Kemendikbud Keluarkan Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi

Dwi Novianasari
08 Agustus 2020 | 20:49 WIB
Foto/lldikti
Kurvanews.com-Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran, Pemerintah melakukan penyesuaian keputusan empat menteri terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka di zona kuning dan hijau dengan menerapkan protokol kesehatan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nadiem Anwar Makarim, mengatakan pemerintah telah mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran tatap muka dari berbagai masukan baik para ahli, organisasi maupun evaluasi implementasi SKB Empat Meneteri.

"Pemerintah memprioritaskan aspek kesehatan dan keselamatanperserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan dimasa pandemi Covid-19", ujar Nadiem Anwar Makrim, Jumat (8/8/20). 

Bagi daerah yang berada dizona oranye dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan belajar dari rumah.

Mendikbud mengatakan kondisi Pandemi COVID-19 tidak memungkinkan kegiatan belajar mengajar berlangsung secara normal. Terdapat ratusan ribu sekolah ditutup untuk mencegah penyebaran, sekitar 68 juta siswa melakukan kegiatan belajar dari rumah, dan sekitar empat juta guru melakukan kegiatan mengajar jarak jauh.

Beberapa kendala yang timbul dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diantaranya kesulitan guru dalam mengelola PJJ dan masih terfokus dalam penuntasan kurikulum. Sementara itu, tidak semua orang tua mampu mendampingi anak-anak belajar di rumah dengan optimal karena harus bekerja ataupun kemampuan sebagai pendamping belajar anak.

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, Pemerintah mengeluarkan penyesuaian zonasi untuk pembelajaran tatap muka. Dalam perubahan SKB Empat Menteri ini, izin pembelajaran tatap muka diperluas ke zona kuning dari sebelumnya hanya di zona hijau.

Prosedur pengambilan keputusan pembelajaran tatap muka tetap dilakukan secara bertingkat seperti pada SKB sebelumnya. Pemda/kantor/kanwil Kemenag dan sekolah memiliki kewenangan penuh untuk menentukan apakah daerah atau sekolahnya dapat mulai melakukan pembelajaran tatap muka.

Tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dan zona kuning dalam SKB Empat Menteri yang disesuaikan tersebut dilakukan secara bersamaan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan pertimbangan risiko kesetiaan yang tidak berbeda untuk kelompok umur pada dua jenjang tersebut.

"Evaluasi akan selalu dilakukan untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota, bersama Kepala Satuan Pendidikan akan terus berkoordinasi dengan gugus gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 untuk memantau tingkat risiko COVID-19 di daerah", imbuhnya

Sementara itu untuk PAUD dapat memulai pembelajaran tatap muka paling cepat dua bulan setelah jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Pertimbangan pembelajaran praktik adalah keahlian inti SMK , pelaksanaan pembelajaran praktik bagi peserta didik SMK diperbolehkan di semua zona dengan wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Madrasah dan sekolah berasrama di zona hijau dan zona kuning dapat membuka asrama dan melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap sejak masa transisi.

"Apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman, terdapat kasus terkonfirmasi positif COVID-19, atau tingkat risiko daerah berubah menjadi oranye atau merah, satuan pendidikan  wajib ditutup kembali" tandas Nadiem *(kn/Dn)
  • Kemendikbud Keluarkan Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi
  • 0

Terkini