Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

17 DPC PAN Sleman Bentuk Koalisi Tolak Politik Dinasti dalam Pilkada

KURVANEWS.COM
06 Agustus 2020 | 19:50 WIB
Bendera Partai Amanat Nasional. Foto/radarmalang
Kurvanews.com-Sleman. Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Amanat Nasional (PAN) Sleman membuat koalisi tolak politik dinasti.

Koalisi yang terdiri dari 17 DPC PAN Sleman ini menyatakan sikap menolak munculnya dinasti politik di Pilkada mendatang.

Menurut juru bicara koalisi 17 DPC PAN Sleman, Nurhidayat, mengatakan selama dua periode PAN memenangkan konstelasi Pilkada dengan koalisi yang dibangun dan dipimpin PAN.

"Selama dua periode berturut PAN selalu memenangkan konstelasi Pilkada bersama koalisi yang dibangun dan dipimpin, untuk itu kami menolak munculnyanya dinasti politik di Pilkada Sleman 2020", ujar Nurhidayat, Selasa (4/8/20)

Menurutnya, pernyataan sikap yang disampaikan merupakan hasil rumusan saat koordinasi dengan seluruh DPC PAN Sleman pada 28 Juli lalu.

Dalam pertemuan itu, DPC PAN Sleman ingin mendengar langsung aspirasi dari pimpinan di tingkat kecamatan, kader, anggota maupun konstituen di lingkungan PAN.

"Kita ingin mendengar langsung aspirasi, baik di tingkat kecamatan, kader, anggota serta seluruh konstituen dilingkungan PAN", ungkapnya.

Didampingi Tatok Sutrisno dari DPC PAN Minggir, Dulkahar dari DPC PAN Berbah serta Sukimin (DPC PAN Moyudan), Nurhidayat menjelaskan pada prinsipnya 17 DPC tetap mendukung penuh langkah-langkah DPD PAN Sleman melanjutkan upaya koalisi.

Hasil pernyataan sikap kemudian disampaikan ke DPP PAN sebagai laporan dinamika sebenarnya yang terjadi di Sleman.

Sebelumnya, kata Nurhidyat, pimpinan DPC SLeman sering mengadakan komunikasi informal maupun melalui personal jajaran DPD untuk menyikapi konstelasi politik pilkada.

“Harapan kami DPP mau memperhatikan arus bawah. Sikap kami ini lebih pada memegang mekanisme dan prinsip visi idealisme PAN. Ini aspirasi murni. Sebelum itu kami sudah mengirim beberapa surat ke DPP", tandasnya.

Ia menegaskan, dinasti politik tidak ditujukan ke personal melainkan sebagai ungkapa harapan agar kaderisasi di tubuh PAN dalam sistem yang baik.

lanjutnya, banyak kegelisahan yang dirasakan kader PAN terkait pedoman partai tentang penjaringan calon kepala daerah.


"Kita pahami, setiap bakal calon harus mendaftarkan diri ke DPD. Ketika tidak melewati mekanisme penjaringan secara internal, sesungguhnya bisa dikatakan dia bukan bakala calon yang dimunculkan DPD,” jelasnya.  *(kn)
  • 17 DPC PAN Sleman Bentuk Koalisi Tolak Politik Dinasti dalam Pilkada
  • 0

Terkini