Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Gandeng PCM Kasihan Bantul Gelar Penyuluhan Pengingkatan Kompetensi Nadzir

Arief Hartanto
30 Juli 2020 | 14:08 WIB
Penyuluhan Peningkatan Kompetensi Nadzir di Kecamatan Bantul. Foto/Istimewa
Kurvanews.com-Bantul. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggandeng Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kasihan Bantul menyelenggarakan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan bagi para nadzir wakaf.

Penyuluhan yang bertema "Optimalisasi Pernanan Nadzir dalam Meningkatkan Fungsi Wakaf di Kecamatan Kasihan" ini dilaksanakan di Ruang Sidang Fakultas Hukum UMY, Minggu (26/7/20).

Menurut Nasrullah, S.H., S.Ag., MCL, selaku salah satu penggagas kegiatan menyampaikan kegiatan yang bermitra dengan PCM Kasihan ini bertujuan meningkatkan wawasan dan pengetahuan nadzir akan tugas dan fungsinya.

"Kegiatan yang bermitra dengan PCM Kasihan ini bertujuan meningkatkan wawasan pengetahuan nadzir akan tugas dan fungsinya dalam mengelola aset wakaf dari wakif sesuai kententuan fikih meupun peraturan perundang-undangan wakaf", ujar Nasrullah.

Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi Fatwa MUI DIY Dr. M. Khaeruddin Hamsin, Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Ketua BWI Bantul Rohwan, S.Ag., M.Si, Kepala KUA Kecamatan Kasihan, dan Ustadz Muhammad Jazir sebagai pemateri.

Sementara peserta kegiatan penyuluhan ini berjumlah 17 orang dari 4 desa di kecamatan Kasihan, baik nadzir perseorangan maupun organisasi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam pemaparan materi, Khaeruddin Hamsin, menyampaikan bahwa dalamperspektif fikih, pengelolaan wakaf berorientasi pada kemanfaatan harta benda wakaf.

"Sehingga bila suatu aset sudah tidak produktif atau terlantar, dapat ditukar atau di pindahkan ke tempat lain yang lebih produktif dengan tetap mengikuti prosedur Undang-undang No 14 Tahun 2004 tentang Perwakafan", tandas Khaeruddin.

Di saat yang sama disampaikan Ustadz Jazir, mengungkapkan kiat sukses mengelola Mesjid Jogokariyan dari awal hingga menjadi model aset wakaf yang tidak hanya produktif tapi progresif.

"Mesjid Jogokariyan mengalami tiga fase pengembangan, bermula dari jamaah bersubsidi dikembangkan menjadi jamaah mandiri, dan saat ini telah berubah menjadi mesjid mandiri berbagai unit usaha yang tidak hanya mempu mencukupi biaya orpasional mesjid, tetapi juga mampu mensejahterakan jamaahnya", ungkap Ustadz Jazir.

Hasil dari penyuluhan ini menunjukkan adanya peningkatan wawasan peserta yang sangat signifikan dari semula hanya mencapai tingkat akurasi jawaban 35 persen dalam pre-test  menjadi 77 persen dalam post-test.

"Dalam penyuluhan ini, selain dilakukan pre test dan post test, juga dilakukan inventarisasi masalah yang dihadapi nadzir dalam mengelola aset wakaf di Kecamatan Kasihan serta dilakukan diskusi tentang rencana tindak lanjut pasca penyuluhan", imbuh Nasrullah.

Sebagian besar masalah yang dihadapi nadzir adalah terkait legalitas (sertifikat wakaf), pendanaan, kurangnya pengetahuan nadzir, serta menejemen pengelolaan yang masih manual.

Sebagai rencana tindak lanjut, para nadzir mengharapkan adanya peranan UMY dalam mendampingi nadzir dalam pengelolaan aset wakaf agar lebih produktif serta memberikan advokasi kepada nadzir terkait masalah pengurusan dan penyelesaian legalitas aset wakaf yang diakui Rohwan masih banyak terjadi di Kasihan.


Beberapa peserta juga mengharapkan kedepan pengabdian lanjutan dapat menghadirkan Pihak Badan Pertanahan, sehingga para nadzir dapat mengetahui secara komprehensif tentang solusi dari kendala pengurusan sertifikasi tanah wakaf yang kerap mereka hadapi. *(kn/Ar)
  • Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Gandeng PCM Kasihan Bantul Gelar Penyuluhan Pengingkatan Kompetensi Nadzir
  • 0

Terkini