Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Pengamat Pendidikan Menilai Belajar Daring belum Optimal di Daerah Pelosok

Rizal Firmansyah
26 Juli 2020 | 16:39 WIB
ilustrasi. Foto, Edi Wahyono/detik.com
Kurvanews.com-Jakarta. Pandemi covid-19 di Indonesia belum berakhir, pembatasan sosial berskala besar kini bertransisi menjadi normal baru. Namun, pendidikan masih menjadi persoalan serius terutama di daerah tertinggal.

Belajar daring sempat digaungkan beberapa waktu lalu sebagai alternatif pembelajaran di masa pandemi menuai kendala di lapangan, pasalnya sarana prasarana baik secara langsung maupun tak langsung yang mendukung pembelajaran belum merata di seluruh Indonesia.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji, menyarankan kepada pemerintah daerah (Pemda) agar terus melakukan evaluasi serta mengambil langkah solutif demi kelancaran pendidikan di daerah.

''Harus evaluasi dulu kondisi masing-masing daerah. Lalu, cari solusi per daerah',' ujar Indra, Ahad (26/7/20).

Indra menambahkan, setiap daerah pasti memiliki masalah dan langkah penyelesaian tersendiri, walaupun masalah yang paling umum adalah menyangkut infrastruktur yang belum memadai.

 ''Belum dengan adanya faktor lain, seperti APBD-nya’’, tandasnya

Indra juga menilai Pemda perlu membuat rancangan blueprint, kemudian diaplikasikan serta dievaluasi secara berkala.

ketika ditanya mengenai akses internet dan gawai yang masih dirasa sulit terjangkau oleh sebagian masyarakat, Indra tak menampiknya. Meskipun begitu ia mengatakan bahwa akses harus didahulukan.

 ''Start dari akses dulu, baik untuk kebutuhan gawai maupun internetnya,’’ jelasnya.


Saat ini masih banyak daerah yang kesulitan dengan belajar daring, bahkan di daerah Nusa Tenggara Timur sebagian sekolah terpaksa melakukan pembelajaran luring (tatap muka) dengan metode dua sift, karena keterbatasan sarana prasarana yang menunjang kegiatan pendidikan.
  • Pengamat Pendidikan Menilai Belajar Daring belum Optimal di Daerah Pelosok
  • 0

Terkini