Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Korea Selatan di Timpa Resesi Akibat Rencana Kenaikan Pajak Properti dan Penjualan

KURVANEWS.COM
23 Juli 2020 | 12:18 WIB
Pesan terima kasih dan dukungan untuk petugas kesehatan, pekerja garis depan dan negara yang memerangi virus corona baru ditampilkan di sebuah gedung di Seoul, Korea Selatan, Senin, (20/7/2020). (AP Photo/Lee Jin-man)
Kurvanews.com-Internasional. Ekonomi Korea Selatan (Korsel) memasuki resesi untuk pertama kalinya selama 17 tahun terakhir. Terjadinya resesi itu akibat adanya penurunan ekspor selama dua dekade.

Bank of Korea (BOK) merilis produk domestik bruto Korea Selatan turun -3,3 persen pada periode April-Juni dibandingkan kuartal sebelumnnya, sebesar -1,3 persen. Hal itu menjadi kontraksi paling tajam sejak kuartal pertama 1998.

Melansir Retures, Kamis (23/7/20) anjloknya ekspor akibat pandemi virus corona (covid-19) yang berdampak pada kinerja industri lumpuh karena pembatasan sosial untuk mencegah pencegahan virus.

"Pengeluaran konsumen harus secara bertahap pulih, ancaman virus tidak mungkin memudar sepenuhnya dan pembatasan jarak sosial mungkin harus tetap dilakukan", tulis Ekonom Capital Economics Asia Alex Holmes

Diketahui ekspor Korea Selatan turun hingga 16,6 persen dan menjadi yang terburuk sejak 1963. Sedangkan impor turun hingga 7,4 persen, sementara konsumsi swasta meningkat 1,4 persen karena pengeluaran yang lebih tinggi untuk barang tahan lama, seperti mobil dan peralatan rumah tangga.

"Perekonomian Korea telah menurun sejak Oktober 2017, terjadi penurunan ekonomi secara drastis akibat goncangan covid-19", kata Direktur BOK Park Yang-soo, dikutip dari Nikkel (23/7/20).

Menteri Keuangan Hong Nam-Ki mengungkapkan, di masa pandemi ini perusahaan-perusahaan Korea di luar negeri terhenti jalur produksinya sehingga semakin membani ekspor.

Resesi terjadi dipicu dari rencana Presiden Moon Jae-in untuk menaikan pajak properti dan penjualan demi menjinakan harga rumah yang melonjak, terutama di Seoul.

Kebijakan itu dinilai memberi sedikit ruang bagi BOK untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut, karena resiko suku bunga yang lebih rendah memberikan terlalu banyak likuiditas di pasar perumahan.


Gubernur BOK Lee JU-Yeol mengatakan,penting untuk menggolarkan aliran likuiditas melimpah ke sektor-sektor produktif. "Kita memiliki banyak tempat produktif untuk menarik investasi, itu terpenting", Kata Lee dalam sebuah konferensi pers. *(kn/online)
  • Korea Selatan di Timpa Resesi Akibat Rencana Kenaikan Pajak Properti dan Penjualan
  • 0

Terkini