Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Aliansi Rakyat Bergerak Yogyakarta Menuntut Cabut RUU Omnibus Law Dari Prolegnas

Rizal Firmansyah
16 Juli 2020 | 18:55 WIB

Kurvanews.com-Yogyakarta. Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) Yogyakarta unjuk rasa menolak pengesahan rancangan undang-undang Omnibus Law, Kamis (16/7/20).

Masa aksi yang berkumpul di halaman depan Universitas Gajah Mada sejak pukul 11.00 WIB, kemudian bertolak menuju Simpang Tiga Gejayan sebagai pusat penyampaian tuntutan.

Poin tuntuan yang ditegaskan dalam aksi ini, yakni penghapusan RUU Omnibus Law dari Prolegnas dan fokus terhadap penanganan covid-19 yang tak kunjung tuntas hingga saat ini.

"Kita menuntut RUU Omnibus Law dihapuskan dari Prolegnas dan fokus terhadap penanganan covid-19, bukan sibuk membahas sesuatu yang makin mencekik rakyat", ucap salah satu orator ARB dipersimpangan tiga gejayan.

Selain itu, masa aksi yang tergabung dalam ARB ini juga menuntut segera mengesahkan RUU PKS, yang dinilai dapat melindungi perempuan dari pelecehan seksual.

"Pemerinta dan DPR segera mengesahkan RUU PKS, sebab pelecehan terhadap perempuan kian meningkat di Indonesia", imbuhnya.

Aksi dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, setelah bertolak dari UGM masa aksi dengan tertib menjaga jarak sambil berjalan hingga dipersimpangan gejayan.

ARB menilai RUU Omnibus Law hanya menjadi regulasi titipan para oligarki, investor untuk memuluskan kepentingan tanpa mempertimbangkan hak-hak rakyat kecil baik, buruh, tani dan pelaku usaha kecil.

Pantauan Kurvanews.com, hingga saat ini masa aksi masih bertahan dan menyuarakan tuntutan hingga mendapatkan informasi gagalnya pengesahan RUU Omnibus Law. *

Reporter : Rizal Firmansyah
Editor : Redaksi Kurva News


  • Aliansi Rakyat Bergerak Yogyakarta Menuntut Cabut RUU Omnibus Law Dari Prolegnas
  • 0

Terkini